Selasa 8 September 2026 - 17:50
Pembahasan Mahdawiyah (57) | Surat-surat (Tawqi'at) dari Imam Mahdi 'alaihis-salam

Hawzah/ Salah satu cara untuk menentukan pokok-pokok permasalahan dan menyelesaikan keraguan-keraguan (syubhat) adalah dengan menggunakan petunjuk-petunjuk serta memanfaatkan surat-surat (tawqi'at) dan tulisan-tulisan tangan yang ditulis oleh Imam Mahdi—semoga Allah menyegerakan kemunculannya—kepada orang-orang yang terpercaya.

Berita Hawzah – Rangkaian pembahasan tentang Mahdawiyah dengan judul «Menuju Masyarakat Ideal» ini, dengan tujuan menyebarkan ajaran-ajaran dan pengetahuan yang berkaitan dengan Imam Zaman—semoga Allah menyegerakan kemunculannya—dipersembahkan kepada Anda para cendekiawan yang terhormat.

Surat-surat (Tawqi'at) Imam Mahdi 'alaihis-salam

Tanpa keraguan, bumi tidak pernah kosong dari hujjah Allah, dan senantiasa ada seorang maksum (yang terjaga dari dosa) di tengah-tengah manusia untuk menyempurnakan argumentasi (hujjah) serta menjelaskan dan menerangkan hukum-hukum serta perintah-perintah Ilahi. Pada masa gaibnya Imam Mahdi 'alaihis-salam, meskipun beliau tidak hadir secara dikenal di tengah masyarakat dan komunitas, namun kebaikan dan keberkahan beliau senantiasa tercurah kepada manusia secara terus-menerus.

Salah satu cara untuk menentukan pokok-pokok permasalahan dan menyelesaikan keraguan-keraguan (syubhat) adalah dengan menggunakan petunjuk-petunjuk beliau serta memanfaatkan surat-surat (tawqi'at) dan tulisan-tulisan tangan yang beliau tulis kepada orang-orang yang terpercaya.

Apa itu Tawqi'?

Secara etimologis, tawqi' berarti menuliskan catatan di pinggir (margin). Sedangkan secara istilah, kata ini merujuk pada perintah-perintah dan surat-surat yang ditulis oleh para khalifah dan raja kepada berbagai kalangan. Namun dalam kitab-kitab ulama Syiah, istilah ini digunakan untuk surat-surat dan dekrit-dekrit yang sampai kepada kaum Syiah dari pihak Imam Mahdi 'alaihis-salam pada masa gaib. Dan yang dimaksud dengan tawqi'at di sini adalah makna yang terakhir ini.

Jenis-jenis Tawqi'at

Tawqi'at (surat-surat) Imam Mahdi 'alaihis-salam dapat dibagi menjadi dua kategori:

a) Tawqi'at pada masa Gaibah Sugra (Gaib Kecil)

Pada masa terbatas Gaibah Sugra, surat-surat (tawqi'at) dikeluarkan melalui perantaraan empat wakil beliau (Utsman bin Sa'id, Muhammad bin Utsman, Husain bin Ruh, dan Ali bin Muhammad Samuri) sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dan keraguan-keraguan (syubhat). Inti utama dari surat-surat semacam ini adalah penetapan kewajiban-kewajiban (taklif) bagi kaum Syiah, dan beliau berusaha menyelamatkan mereka dari kebingungan.

b) Tawqi'at pada masa Gaibah Kubra (Gaib Besar)

Pada masa Gaibah Kubra, tanpa keraguan, hubungan kaum Syiah dengan beliau tetap terjalin secara tidak langsung, dan salah satu jalur hubungan ini adalah dikeluarkannya surat-surat mulia (tawqi'at) dari beliau kepada kalangan khusus dan tokoh-tokoh besar Syiah. Dalam tawqi'at pada masa Gaibah Kubra ini, terdapat dua poin penting:

- Surat-surat semacam ini tidak boleh diungkapkan kecuali dalam keadaan darurat, dan tidak setiap orang dapat mengakses isi surat-surat tersebut.

- Menjawab keraguan-keraguan (syubhat), mengkritik dan meluruskan tokoh-tokoh, menganalisis isu-isu aktual (kontemporer), dan sebagainya merupakan pokok-pokok utama dari surat-surat semacam ini.

Apakah surat-surat (tawqi'at) Imam Mahdi 'alaihis-salam ditulis dengan tangan mulia beliau sendiri?

Jawabannya adalah: tidak dapat dikatakan bahwa semua tawqi'at ditulis dengan tangan beliau, namun juga tidak dapat diingkari bahwa sebagian di antaranya ditulis dengan tangan Imam 'alaihis-salam sendiri. Sebagian berpendapat bahwa penulis tawqi'at tersebut adalah beliau sendiri, dan bahkan tulisan tangan mulia beliau dikenal di kalangan khusus para sahabat dan ulama pada masa itu, sehingga mereka mengenalnya dengan baik. Dan untuk klaim ini pun terdapat bukti-bukti:

Sebagai contoh, Ishaq bin Ya'qub berkata:

> «سَأَلْتُ مُحَمَّدَ بْنَ عُثْمَانَ الْعَمْرِيَّ أَنْ يُوصِلَ لِي كِتَابًا قَدْ سَأَلْتُ فِيهِ عَنْ مَسَائِلَ أَشْكَلَتْ عَلَيَّ، فَوَقَّعَ التَّوْقِيعُ بِخَطِّ مَوْلَانَا صَاحِبِ الدَّارِ.» (بحارالأنوار، ج ٥١، ص ٣٤٩)

Artinya: "Aku meminta kepada Muhammad bin Utsman al-Amri agar menyampaikan suratku yang di dalamnya aku bertanya tentang beberapa permasalahan yang membingungkanku. Maka turunlah tawqi' (jawaban tertulis) dengan tulisan tangan tuan kita — yakni Imam Mahdi." (Bihar al-Anwar, jilid 51, hlm. 349)

Di sisi lain, berdasarkan beberapa indikasi lain, tawqi'at tidak ditulis dengan tangan Imam 'alaihis-salam.

Sebagai contoh, Abu Nashr Hibatullah berkata:

> «وَكَانَتْ تَوْقِيعَاتُ صَاحِبِ الْأَمْرِ عَلَيْهِ السَّلَامُ تَخْرُجُ عَلَى يَدِ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدٍ وَابْنِهِ أَبِي جَعْفَرٍ مُحَمَّدِ بْنِ عُثْمَانَ إِلَى شِيعَتِهِ ... بِالْخَطِّ الَّذِي كَانَ يَخْرُجُ فِي حَيَاةِ الْحَسَنِ عَلَيْهِ السَّلَامُ.» (بحارالأنوار، ج ٥١، ص ٣٤٦)

Artinya: "Tawqi'at (surat-surat) Sahib al-Amr 'alaihis-salam (Imam Mahdi) dikeluarkan melalui perantaraan Utsman bin Sa'id dan putranya Abu Ja'far Muhammad bin Utsman kepada kaum Syiah ... dengan tulisan (jenis garis/aksara) yang sama dengan yang dikeluarkan pada masa hidup Imam Hasan al-Askari 'alaihis-salam." (Bihar al-Anwar, jilid 51, hlm. 346)

Isi Kandungan Tawqi'at

Perkataan dan petunjuk Imam Mahdi 'alaihis-salam dalam tawqi'at memiliki berbagai dimensi dan karakteristik yang akan kami sebutkan sebagai berikut:

1. Kabar tentang Gaibah Kubra (Gaib Besar) dan Tanda-tanda Kemunculan (Zuhur)

Hazrat dalam sebuah tawqi' kepada Ali bin Muhammad Samuri berkata:

> «فَقَدْ وَقَعَتِ الْغَيْبَةُ الثَّانِيَةُ فَلَا ظُهُورَ إِلَّا بَعْدَ إِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَ ذَلِكَ بَعْدَ طُولِ الْأَمَدِ وَ قَسْوَةِ الْقُلُوبِ وَ امْتِلَاءِ الْأَرْضِ جَوْراً.» (كمال الدين، ج ٢، ص ٥١٦)

Artinya: "Sesungguhnya telah terjadi Gaibah Tsaniyah (Gaib Kedua/Gaib Besar), maka tidak ada kemunculan (zuhur) kecuali setelah izin Allah 'Azza wa Jalla, dan itu terjadi setelah masa yang panjang, hati yang keras, dan bumi yang penuh dengan kezaliman." (Kamal al-Din, jilid 2, hlm. 516)

2. Pengetahuan yang Sempurna tentang Keadaan Kaum Syiah

Beliau dalam sebuah tawqi' kepada Syaikh Mufid berfirman:

> «فَإِنَّا يُحِيطُ عِلْمُنَا بِأَنْبَائِكُمْ وَ لَا يَعْزُبُ عَنَّا شَيْءٌ مِنْ أَخْبَارِكُمْ وَ مَعْرِفَتُنَا بِالزَّلَلِ الَّذِي أَصَابَكُمْ مُذْ جَنَحَ كَثِيرٌ مِنْكُمْ إِلَى مَا كَانَ السَّلَفُ الصَّالِحُ ... إِنَّا غَيْرُ مُهْمِلِينَ لِمُرَاعَاتِكُمْ وَ لَا نَاسِينَ لِذِكْرِكُمْ وَ لَوْ لَا ذَلِكَ لَنَزَلَ بِكُمُ اللَّأْوَاءُ وَ اصْطَلَمَكُمُ الْأَعْدَاءُ فَاتَّقُوا اللَّهَ جَلَّ جَلاَلُهُ.» (بحارالأنوار، ج ٥٣، ص ١٧٤)

Artinya: "Sesungguhnya pengetahuan Kami mencakup berita-berita kalian, dan tidak ada sesuatu pun dari kabar-kabar kalian yang luput dari Kami. Dan pengetahuan Kami tentang kekeliruan yang menimpa kalian sejak banyak dari kalian cenderung kepada apa yang dilakukan oleh generasi saleh terdahulu ... Sesungguhnya Kami tidak pernah melalaikan pemeliharaan terhadap kalian, dan tidak pernah melupakan perhatian kepada kalian. Dan jika bukan karena itu, pasti penderitaan akan menimpa kalian dan musuh-musuh akan membinasakan kalian. Maka bertakwalah kepada Allah—Maha Agung Keagungan-Nya." (Bihar al-Anwar, jilid 53, hlm. 174)

3. Mengingkari Orang-orang yang Mengaku Berkomunikasi Langsung dengan Imam

Beliau dalam sebuah surat kepada Ali bin Muhammad Samuri mengabarkan tentang orang-orang yang mengaku telah bertemu (melihat) dan menjadi wakil beliau, dan berfirman:

> «وَ سَيَأْتِي شِيعَتِي مَنْ يَدَّعِي الْمُشَاهَدَةَ أَلَا فَمَنِ ادَّعَى الْمُشَاهَدَةَ قَبْلَ خُرُوجِ السُّفْيَانِيِّ وَ الصَّيْحَةِ فَهُوَ كَاذِبٌ مُفْتَرٍ.» (كمال الدين، ج ٢، ص ٥١٦)

Artinya: "Dan akan datang kepada kaum Syiah-Ku orang-orang yang mengaku telah menyaksikan (melihatku). Ketahuilah! Barang siapa mengaku telah melihatku sebelum keluarnya Sufyani dan sebelum suara (seruan) dari langit, maka dia adalah pendusta lagi pembuat kebohongan." (Kamal al-Din, jilid 2, hlm. 516)

4. Menghilangkan Keraguan dan Kebimbangan tentang Para Imam 'alaihimus-salam

Imam dalam sebuah tawqi' yang dikeluarkan sebagai jawaban kepada sekelompok kaum Syiah yang menyangka bahwa Imam Hasan al-Askari 'alaihis-salam tidak memiliki penerus, berfirman:

> «أَنَّهُ أُنْهِيَ إِلَيَّ ارْتِيَابُ جَمَاعَةٍ مِنْكُمْ فِي الدِّينِ، وَمَا دَخَلَهُمْ مِنَ الشَّكِّ وَالْحَيْرَةِ فِي وُلَاةِ أَمْرِهِمْ، فَغَمَّنَا ذَلِكَ لَكُمْ لَا لَنَا، وَسَاءَنَا فِيكُمْ لَا فِينَا، لِأَنَّ اللَّهَ مَعَنَا.» (الاحتجاج، طبرسي، ج ٢، ص ٢٧٨)

Artinya: "Telah sampai kepadaku berita tentang keraguan sebagian dari kalian dalam urusan agama, serta kebimbangan dan kebingungan yang mereka alami mengenai wali-wali urusan (para pemimpin) mereka. Maka hal itu kami sedih, bukan untuk Kami sendiri, tetapi untuk kalian, dan kami prihatin, tentunya untuk kalian bukan untuk kami, karena sesungguhnya Allah bersama Kami." (Al-Ihtijaj, Thabarsi, jilid 2, hlm. 278)

5. Pengakuan dan Pujian terhadap Kalangan Khusus Kaum Syiah

Imam dalam sebuah tawqi' kepada Syaikh Mufid, memperkenalkannya dengan ungkapan:

> «لِلْأَخِ السَّدِيدِ وَ الْوَلِيِّ الرَّشِيدِ الشَّيْخِ الْمُفِيدِ ... سَلَامٌ عَلَيْكَ أَيُّهَا الْوَلِيُّ الْمُخْلِصُ فِي الدِّينِ الْمَخْصُوصُ فِينَا بِالْيَقِينِ... .» (الاحتجاج، ج ٢، ص ٤٩٥)

Artinya: "Kepada saudara yang teguh (as-Sadid) dan kekasih yang bijaksana (ar-Rasyid), Syaikh al-Mufid ... Salam atasmu, wahai kekasih yang ikhlas dalam agama, yang diistimewakan dalam keyakinanmu terhadap kami" (Al-Ihtijaj, jilid 2, hlm. 495)

6. Pengajaran Doa dan Tata Cara Bertawassul (Mendekatkan Diri kepada Allah melalui Perantaraan Imam)

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Ja'far al-Himyari bertanya tentang cara memperhatikan (ber-tawassul) kepada Imam. Maka Imam menjawab melalui sebuah tawqi':

> «...بَعْدَ صَلَاةِ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ فِي جَمِيعِهَا رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ تُصَلِّي عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ ، وَتَقُولُ قَوْلَ اللَّهِ جَلَّ اسْمُهُ: سَلَامٌ عَلَى آلِ يَاسِينَ... .» (بحارالأنوار، ج ٥٣، ص ١٧٤)

Artinya: "...Setelah melaksanakan salat dua belas rakaat (enam kali salat dua rakaat), di mana pada seluruh rakaatnya engkau membaca 'Qul Huwallahu Ahad' (Surat al-Ikhlas), dua rakaat-dua rakaat, kemudian bacalah shalawat untuk Muhammad dan keluarganya, dan ucapkanlah firman Allah—Maha Agung Nama-Nya—: 'Salam atas keluarga Yasin'..." (Bihar al-Anwar, jilid 53, hlm. 174)

Yakni pada saat bertawassul kepada Sahib az-Zaman (Imam Mahdi), setelah menunaikan salat dua belas rakaat (enam salat dua rakaat) yang di dalam semua rakaatnya dibaca Surat al-Ikhlas, kemudian bacalah sebagaimana firman Allah Ta'ala:

> «سَلَامٌ عَلَى آلِ يَاسِينَ»

"Salam atas Keluarga Yasin"

— yaitu doa yang diawali dengan:

> «اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا دَاعِيَ اللهِ وَ رَبَّانِيَ آيَاتِهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا بَابَ اللهِ وَ دَيَّانَ دِينِهِ ...»

Doa ini dikenal dengan sebutan Ziarah Al Yasin.

7. Anjuran Berdoa untuk Kemunculan (Zuhur) dan Keterbebasan (Faraj)

Imam dalam sebuah tawqi' kepada Ishaq bin Ya'qub berfirman:

> «إِنِّي لَأَمَانٌ لِأَهْلِ الْأَرْضِ كَمَا أَنَّ النُّجُومَ أَمَانٌ لِأَهْلِ السَّمَاءِ فَأَغْلِقُوا بَابَ السُّؤَالِ عَمَّا لَا يَعْنِيكُمْ وَ لَا تَتَكَلَّفُوا عِلْمَ مَا قَدْ كُفِيتُمْ وَ أَكْثِرُوا الدُّعَاءَ بِتَعْجِيلِ الْفَرَجِ فَإِنَّ ذَلِكَ فَرَجُكُمْ.» (كمال الدين، ج ٢، ص ٤٨٣)

Artinya: "Sesungguhnya aku adalah keamanan (aman) bagi penduduk bumi, sebagaimana bintang-bintang adalah keamanan bagi penduduk langit. Maka tutuplah pintu-pintu pertanyaan tentang hal-hal yang tidak berguna bagimu, dan janganlah kalian memberati diri untuk mengetahui ilmu yang telah dicukupkan bagi kalian. Dan perbanyaklah doa untuk meminta percepatan keterbebasan (faraj), karena sesungguhnya itulah keterbebasan kalian." (Kamal al-Din, jilid 2, hlm. 483)

 8. Bantahan dan Penolakan terhadap Para Penentang dan Pembuat Bid'ah,

 9. Menjawab Keraguan (Syubhat) dan Hukum-hukum Fiqih,

 10. Wasiat untuk Bertakwa dan Mencintai Ahlulbait,

serta hal-hal lainnya, termasuk bagian dari isi yang ditemukan dalam tawqi'at ini.

Pembahasan ini akan berlanjut...

Diambil dari artikel «Mahiyat-syinas-i Tawqi'at-i Hazrat-e Mahdi (as)» (Tipologi/Makna Hakiki Tawqi'at Imam Mahdi) , karya Ghulam-Ridha Shalehi — dengan sedikit perubahan.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha